Senin, 22 Desember 2014

Sepabola Gajah

Jika berbicara tentang sepakbola gajah, sebenarnya bukan hanya sekali ini saja. Awalnya memang 'dipopulerkan' di dekade 80-an. Dulu jaman rivalitas PSIS Semarang dengan Persebaya. Kondisinya Persebaya ada di atas angin.Sedangkan PSIS Semarang di posisi yang tidak menguntungkan. Jika Persebaya kalah dg Persipura, maka PSIS waktu itu tdk lolos ke 6 besar. Ketika itu, Persebaya justru malah mengalah 0-12 pd Persipura. Harapan PSIS utk ke 6 besar tamat. Publik mencaci maki.Walaupun akhirnya gagal juara Perserikatan 1986, Persebaya dicaci seluruh Indonesia.Kemudian insiden Piala tiger 1998. Indonesia dan Thailand sama-sama tak mau menang utk menghindari Vietnam di semifinal.Adalah Mursyid Effendi, pemain asal Persebaya yang tendang bola ke gawang sendiri, dan itu disoraki rekan-rekannya di timnas.Indonesia memang tak bertemu Vietnam di babak semifinal, tapi malah kalah setelah dihancurkan Singapura kala itu.Mursyid dihukum FIFA tak boleh main internasional seumur hidup. Tapi, dalang utamanya masih bebas sampai sekarang ...

Drama sepakbola gajah terbaru tercipta pada lanjutan babak 8 besar Divisi Utama, Minggu 26 Oktober 2014 lalu.antara PSS Sleman kontra PSIS Semarang.  Kedua tim sama-sama bermain untuk kalah, sehingga terjadi lima gol bunuh diri, demi menghindari lawan di babak semifinal, yakni Borneo FC. Kasus "Sepak Bola Gajah" yang melibatkan klub Divisi Utama Liga Indonesia, PSS Sleman dan PSIS Semarang hingga kini belum sepenuhnya usai.Lima gol bunuh diri terjadi dalam delapan menit agar kalah adalah sesuatu hal ganjil. Pertandingan tersebut memang tidak disiarkan secara langsung di televisi nasional, tetapi terbongkar berkat adanya rekaman pertandingan selama yang dilakukan oleh salah satu suporter kedua kesebelasan. Keesokan harinya video sepakbola gajah ini tersebar di seluruh nusantara lewat youtube. 


Lantas, apa yang mendasari kedua tim ini sangat ngotot menghindari Borneo FC. Menurut isu yang berkembang, Borneo FC disebut-sebut sebagai kandidat kuat juara, atau ada juga yang menyebut tim ini sudah disetting sebagai juara Divisi Utama. Borneo fc sering mendapat bantuan dari wasit jika tidak bisa menang dgn skor tertentu berupa hadiah penalti di menit 45 atau 90 (injury time). Hal inilah yang terekam dalam benak pemain, ofisial PSS dan PSIS. Jadi mereka berusaha menghindari Borneo fc. Sebab, ketika mereka menghadapi Borneo FC, ada kekhawatiran mereka pasti kalah. Jadi, mereka memikirkan bagaimana caranya menghindari Borneo FC.

Semua media nasional dan internasional telah mengangkat sepakbola gajah PSS dan PSIS. Menurut saya, jangan salahkan pemain. Pasti ada orang yang menyuruh pemain untuk melakukan gol bunuh diri tersebut terjadi.Dalang dibalik pertandingan memalukan tersebut sampai sekarang belum berhasil ditemukan oleh PSSI.PSSI hanya bisa menghukum pemain dan offisial kedua kesebelasan tanpa bisa menemukan dalang sepakbola gajah ini.

Ada apa dengan PSSI???



Tidak ada komentar:

Posting Komentar