Jumat, 26 Desember 2014

#BEKUKAN PSSI

Mulai dari kegagalan timnas U-19 pada Piala AFC, timnas U-23 pada Asian Games dan timnas senior yang tersingkir pada Piala AFF. Kegagalan timnas Indonesia ini berbuntut panjang. Seruan untuk membekukan organisasi induk sepak bola Indonesia, PSSI, masih terus bergulir. Para suporter timnas yang tidak percaya akan hasil buruk tim tercintanya melampiaskan kekesalan melalui akun twitter dan langsung menjadi trending topic lewat hastag #BekukanPSSI.

Dalam trending topic itu, seluruh fan tampak setuju PSSI adalah pihak yang paling pantas disalahkan atas kemerosotan prestasi timnas. Tak ayal, jika sindiran serta tudingan yang menyebutkan adanya permainan politik hingga kepentingan pribadi dalam PSSI sering terlontar dalam hastag tersebut.

Menariknya, demi mencapai tujuan revolusi PSSI itu. Semua fan tampak kompak meminta dukungan kepada menteri pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi dan Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) untuk memperbaikinya.

 Menanggapi hal tersebut, Menteri Pemuda dan Olah raga, Imam Nahrawi, meminta agar jangan salahkan masyarakat dan Menpora Imam Nachrowi mengatakan pihaknya telah membentuk tim yang dinamai tim sembilan. Tim yang diisi staf kemenpora, wartawan, mantan pelatih dan pemain ini akan mengevaluasi kinerja PSSI, sehingga PSSI tidak hanya tunduk kepada statuta FIFA. Menurut .Menpora PSSI harus segera diawasi melihat kondisi terakhir persepakbolaan di Indonesia.

Evaluasi terhadap PSSI sangat mendesak karena Menpora mengaku banyak menerima tuntutan yang sama dari masyarakat pecinta sepak bola indonesia. Dan dari investigasi tim sembilan nantinya Menpora yang akan menentukan keputusannya
 terhadap PSSI.

Senin, 22 Desember 2014

Sepabola Gajah

Jika berbicara tentang sepakbola gajah, sebenarnya bukan hanya sekali ini saja. Awalnya memang 'dipopulerkan' di dekade 80-an. Dulu jaman rivalitas PSIS Semarang dengan Persebaya. Kondisinya Persebaya ada di atas angin.Sedangkan PSIS Semarang di posisi yang tidak menguntungkan. Jika Persebaya kalah dg Persipura, maka PSIS waktu itu tdk lolos ke 6 besar. Ketika itu, Persebaya justru malah mengalah 0-12 pd Persipura. Harapan PSIS utk ke 6 besar tamat. Publik mencaci maki.Walaupun akhirnya gagal juara Perserikatan 1986, Persebaya dicaci seluruh Indonesia.Kemudian insiden Piala tiger 1998. Indonesia dan Thailand sama-sama tak mau menang utk menghindari Vietnam di semifinal.Adalah Mursyid Effendi, pemain asal Persebaya yang tendang bola ke gawang sendiri, dan itu disoraki rekan-rekannya di timnas.Indonesia memang tak bertemu Vietnam di babak semifinal, tapi malah kalah setelah dihancurkan Singapura kala itu.Mursyid dihukum FIFA tak boleh main internasional seumur hidup. Tapi, dalang utamanya masih bebas sampai sekarang ...

Drama sepakbola gajah terbaru tercipta pada lanjutan babak 8 besar Divisi Utama, Minggu 26 Oktober 2014 lalu.antara PSS Sleman kontra PSIS Semarang.  Kedua tim sama-sama bermain untuk kalah, sehingga terjadi lima gol bunuh diri, demi menghindari lawan di babak semifinal, yakni Borneo FC. Kasus "Sepak Bola Gajah" yang melibatkan klub Divisi Utama Liga Indonesia, PSS Sleman dan PSIS Semarang hingga kini belum sepenuhnya usai.Lima gol bunuh diri terjadi dalam delapan menit agar kalah adalah sesuatu hal ganjil. Pertandingan tersebut memang tidak disiarkan secara langsung di televisi nasional, tetapi terbongkar berkat adanya rekaman pertandingan selama yang dilakukan oleh salah satu suporter kedua kesebelasan. Keesokan harinya video sepakbola gajah ini tersebar di seluruh nusantara lewat youtube. 


Lantas, apa yang mendasari kedua tim ini sangat ngotot menghindari Borneo FC. Menurut isu yang berkembang, Borneo FC disebut-sebut sebagai kandidat kuat juara, atau ada juga yang menyebut tim ini sudah disetting sebagai juara Divisi Utama. Borneo fc sering mendapat bantuan dari wasit jika tidak bisa menang dgn skor tertentu berupa hadiah penalti di menit 45 atau 90 (injury time). Hal inilah yang terekam dalam benak pemain, ofisial PSS dan PSIS. Jadi mereka berusaha menghindari Borneo fc. Sebab, ketika mereka menghadapi Borneo FC, ada kekhawatiran mereka pasti kalah. Jadi, mereka memikirkan bagaimana caranya menghindari Borneo FC.

Semua media nasional dan internasional telah mengangkat sepakbola gajah PSS dan PSIS. Menurut saya, jangan salahkan pemain. Pasti ada orang yang menyuruh pemain untuk melakukan gol bunuh diri tersebut terjadi.Dalang dibalik pertandingan memalukan tersebut sampai sekarang belum berhasil ditemukan oleh PSSI.PSSI hanya bisa menghukum pemain dan offisial kedua kesebelasan tanpa bisa menemukan dalang sepakbola gajah ini.

Ada apa dengan PSSI???



SepakBola Indonesia Mau Dibawa Kemana??


Miris melihat kondisi persepakbolaan ditanah air, bukannya lari mengejar prestasi malah berjalan mundur tidak seperti harapan pecinta bola di negeri ini.
Sudah 84 tahun PSSI berdiri, tapi apa prestasi sepak bola kita? Bukannya mengejar prestasi, PSSI malah lebih akrab dengan masalah. Mungkin hanya mimpi untuk melihat TimNas kita ikut Piala Dunia. Alih-alih berpartisipasi di Piala Dunia, di wilayah regional Asia Tenggara saja kita babak belur dihajar negara-negara tetangga. Kekalahan demi kekalahan menghampiri. Timnas U-19 tidak lolos Piala Asia, Timnas U-23 gagal di Asean Games 2014, Yang terkini, tim nasional senior kita untuk pertama kalinya tersingkir dari Piala AFF dalam dua edisi secara beruntun. Kegagalan itu diiringi kekalahan menyakitkan 0-4 oleh Filipina, negara yang sebelumnya tak pernah menang atas Indonesia.
Apa yang harus dibenahi agar masyarakat bangga memiliki TimNas yang tangguh.
Apa yang harus dibenahi agar TimNas Indonesia menjadi jawara diwilayah Asia Tenggara, Asia, atau mungkin di dunia??
Apa yang harus dibenahi supaya TimNas Indonesia bisa ikut Piala Dunia yang pertama kali??

PSSI selaku pengelola sepakbola di negara ini terbukti gagal mengelola sepakbola Indonesia. Banyak masyarakat yang sudah tidak percaya lagi terhadap kinerja PSSI. Banyak kekacauan di sepakbola kita, kasus sepakbola gajah, TimNas yang terus-menerus menderita kekalahan dan miskin gelar maupun kompetisi Liga Indonesia yang kacau merupakan cerminan dari tidak mampunya PSSI.
Mungkin sekarang saatnya pemerintah ikut turun tangan..
Mungkin sekarang saatnya pemerintah berani mengintervensi PSSI..
PSSI sudah terlalu lama berada di zona nyaman mereka. Ketika prestasi tak kunjung datang jua, mungkin ada sesuatu yang tidak beres dengan PSSI itu sendiri.Harapan kita masyarakat Indonnesia dengan pemerintah ikut turun tangan akan menjadi titik balik kebangkitan sepakbola Indonesia.